Pada tahun 2009 Andry Rajoelina seorang keturunan Melayu-Indonesia usia 35 tahun sukses terpilih sebagai Presiden Republik Malagasi untuk yang pertama kalinya dalam sejarah Madagaskar. Ini merupakan pertama kalinya seorang Indonesia sukses terpilih sebagai presiden di benua Afrika. Untuk menunjukkan bahwa ras Melayu-Indonesia dapat menjadi bagian yang mendasar bagi perkembangan Madagaskar, pemilihan umum ini bisa menjadi motif mendapatkan kebanggaan yang semestinya lebih mendorong bangsa menyelamatkan identitas budaya kita dibandingkan pada masa lalu.
Andry Nirina Rajoelina (lahir 1975) adalah pemimpin perlawanan terbuka terhadap presiden terguling Madagaskar, Marc Ravalomanana, dan mantan walikota Antananarivo(Desember 2007 - Februari 2009), ibukota negara itu. Sebelum memasuki kancah perpolitikan, ia dikenal sebagai disc jockey dan event organizer (EO).
Selepas sekolah menengah, Andry Rajoelina bekerja sebagai EO untuk berbagai kegiatan lapangan dan konser. Hal ini dilakukannya hingga tahun 2000. Ia juga memiliki perusahaan Injet yang menangani periklanan dan percetakan digital, sebagai yang pertama di Madagaskar. Selanjutnya, ia juga mendirikan stasiun radio dan televisi VIVA.
Akibat berbagai demonstrasi massa yang digerakkan Rajoelina dan juga dukungan militer terhadapnya, Presiden Ravalomanana menyerahkan kekuasaan ke tangan militer pada tanggal 17 Maret 2009. Pihak militer kemudian menyerahkan kekuasaan ke tangan Rajoelina. Penentangan muncul dari Uni Afrika, yang menilai penyerahan kekuasaan kepada Rajoelina adalah ilegal dan inkonstitusional.Uni Eropa juga menyatakan bahwa Rajoelina tidak sah menduduki posisi kepresidenan meskipun Mahkamah Konstitusi Madagaskar telah mengesahkan kedudukannya pada tanggal 18 Maret 2009.
Republik Madagaskar
Republik Madagaskar adalah sebuah negara pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Pulau Madagaskar adalah pulau terbesar keempat di dunia. Selain pulau utama, beberapa pulau kecil di sekitarnya juga menjadi klaim republik ini, yaitu Pulau Juan de Nova, Pulau Europa, Kepulauan Glorioso, Pulau Tromelin Island, dan Bassas da India. Walaupun secara geografis berdekatan dengan Afrika, sejarah geologi, biologi, dan demografi Madagaskar berbeda dengan wilayah daratan utama benua itu.
Republik ini dulu dinamakan Malagasi, sewaktu merdeka dari Prancis pada tahun 1960. Akibat hubungan yang memburuk dengan bekas penjajahnya, namanya kemudian diganti menjadi Madagaskar. Nama Malagasi masih dipakai untuk menyebut bahasa dan bangsanya.
Secara geologi, Madagaskar berada pada lempeng yang terpisah dari benua utama Afrika. Pertama kali terpisah dari anak benua India, pulau ini bergerak makin mendekati benua itu. Pulau ini adalah daratan tua, sama seperti Australia, sehingga tanahnya kahat bahan mineral akibat tidak adanya aktivitas vulkanik. Kebanyakan tanahnya berwarna merah, menunjukkan keadaan tanah yang telah melapuk.
Akibat isolasi ratusan juta tahun tersebut, flora dan fauna Madagaskar sangat khas dan banyak spesies endemik ditemukan di sana. Keadaan ini mirip dengan yang terjadi pada Pulau Sulawesi.
Manusia pertama yang menghuni Madagaskar berasal dari Nusantara, dan diperkirakan akibat hubungan dagang masyarakat Nusantara ke pantai timur Afrika pada awal-awal abad Masehi. Berdasarkan bukti leksikostatistika dan linguistika, bahasa Malagasi masih termasuk paling dekat dengan bahasa Maanyan, dan tergolong rumpun bahasa Austronesia. Etnis pribumi sendiri seperti Merina dan Betsileo tergolong kedalam rumpun bangsa Austronesia dengan penampilan fisik yang serupa dengan Ras Melayu. Seiring dengan peningkatan perdagangan, masyarakat dari pantai timur Afrika bermigrasi ke pulau ini. Penduduk Madagaskar sekarang adalah campuran dari kedua ras tersebut dengan berbagai derajat. Walaupun berbeda asal-usul, semua warga berbicara dengan bahasa yang sama, walaupun berbeda dialek.
Melestarikan Warisan Melayu¬Indonesia yang Ada di Madagaskar - Topix
Tidak ada komentar:
Posting Komentar