Kamis, 06 September 2012

Kisah Pemberantasan Korupsi di Italia

liku-liku Kasus korupsi di Italia

Korupsi di Indonesia, tak ada yang pernah tahu seberapa dalamkah sebenarnya kuku korupsi menancap. Tapi di Italia, pada 1990an, korupsi sudah begitu parah sehingga perlu Operasi Tangan Bersih yang dilancarkan pada awal 1993.  Temuan-temuan operasi itu membuat orang Italia kaget. Rakyat marah dan mempermalukan para politikus dan pengusaha yang bertahun-tahun menikmati kemewahan hasil korupsi. Korban berjatuhan.
Kisah korupsi
Raul Gardini, seorang pengusaha terkemuka Italia yang dijuluki tukang sulap keuangan Italia dasawarsa 1980, awal Agustus 1993 bunuh diri karena malu atau tak bisa membayangkan disekap di sel tahanan. Ini kasus bunuh diri ke-12 setelah Operasi Tangan Bersih.

Operasi yang dilancarkan Hakim Antonio Di Pietro itu tergolong pemberantasan korupsi terbesar di Eropa. Dan Di Pietro tidak pandang bulu. Bekas Perdana Menteri Giulio Andreotti dan Bettino Craxi ia tarik masuk ke ruang pengadilan. Sedangkan Perdana Menteri Guiliano Amato terpaksa mengundurkan diri bulan Maret 1993.

Russel Miller, wartawan The Sunday Times Magazine, mewawancarai Pengusaha Carlo De Benedetti, orang nomor satu di Olivetti, yang membuat pernyataan penting di depan Hakim Di Pietro. Wawancara itu dilengkapi dengan reportase dan riset Peter Semler, yang membeberkan liku-liku korupsi di Italia, dan dimuat di The Sunday Times Magazine, Juli 1993. Majalah Tempo lalu menuliskannya kembali pada Agustus 1993. Berikut ini petikannya.

Syahdan tersebutlah nama Mario Chiesa. Dia direktur partai setempat, seorang apparatchik atau birokrat setia dalam Partai Sosialis yang mengorganisasi kampanye anak Perdana Menteri Bettino Craxi, Bobo, untuk menghadapi pemilihan lokal.

Chiesa bisa mendapat pekerjaan itu, seperti semua orang yang bekerja di Milan, karena raccomandazioni, sistem yang diperluas dari rasa suka atau tidak suka terhadap seseorang dan pemberian uang suap. Sistem raccomandazioni itu selama beberapa tahun sudah menjadi minyak pelumas dalam kehidupan orang Italia.

Duduk dengan tenang di posisinya, Chiesa mengumpuli tangenti atau uang sogok dari semua penyalur maupun kontraktor yang berhubungan dengan Pio Albergo Trivulzio. Tidak akan ada kontrak yang ditandatangani, tanpa bustarella, atau amplop kecil, yang ditinggal di meja direktur.

Kontraktor penguburan bahkan harus menyetor uang suap hanya untuk mendapat hak menguburkan seorang bekas penghuni kota. Hal itu terjadi tak lama sebelum Chiesa menanam modal di sebuah perusahaan real estate, dan sebelum ia dengan bangganya memiliki sebuah rekening pribadi di Bank Swiss.

Awal 1992, Chiesa memberi tahu Luca Magni, seorang bos perusahaan jasa pembersihan, bahwa jika Magni ingin kontraknya diperbarui lagi, ia harus mengeluarkan uang 14 juta lira atau sekitar 6.400 poundsterling. Dengan resesi yang sudah mulai menggigit Italia, Magni merasa soal uang suap sudah cukup. Ia segera menuju Tribunale, dan menyadari bahwa ia sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan Antonio Di Pietro.

Di depannya sudah ada hakim Di Pietro, bekas polisi yang bersemangat, yang berasal dari keluarga petani kecil di selatan Italia, yang tidak punya pandangan untuk berkompromi dalam menentukan hal yang benar dan yang salah.

Sejak ditunjuk sebagai staf penuntut umum pada hakim pemeriksa, Di Pietro sudah lama menunggu orang-orang seperti Magni datang ke kantornya. Sebagai seorang petugas hukum yang pertama kali menggunakan komputer di Milan, Di Pietro dengan rajin mencatat semua keping informasi yang mungkin ada hubungannya dengan uang suap. Dan ia yakin, walaupun tanpa bukti-bukti yang akurat, korupsi di Italia sudah menyebar luas lebih daripada yang disadari orang.

Tidak ada peristiwa yang terlalu kecil baginya untuk tidak dicatat. Ketika seorang wanita melempar jutaan lira dari jendela karena bertengkar dengan suaminya, Di Pietro berpikir bahwa uang itu mungkin saja hasil uang suap. Ia pun mencatat peristiwa itu dalam komputernya.

Di Pietro sudah lama curiga melihat Chiesa, dan mencatat bahwa istrinya yang sudah hidup terpisah, Laura, minta tunjangan perceraian yang jumlahnya sangat besar. Jumlah yang jauh di luar proporsi pendapatan suaminya yang sopan, sebagai seorang pegawai kecil di kantor bendahara. Ia tahu bahwa Mario Chiesa menghimpun dana sebesar tujuh juta poundsterling selama enam tahun menjadi direktur Pio Albergo Trivulzio, dan ia minta sebagian dari dana itu.

Tanggal 17 Februari 1992, Magni datang ke kantor Chiesa dengan menggunakan mikrofon tersembunyi dan membawa tujuh juta lira dalam bentuk cek, setengah dari jumlah yang diharapkan Chiesa. Beberapa menit setelah uang diserahkan, Di Pietro dan satu regu polisi Carabinieri menerobos masuk dan menemukan Chiesa sedang berusaha melenyapkan uang itu di dalam kloset kamar mandi. Tindakan Chiesa terlambat, dan ia segera jadi salah seorang tersangka.

Chiesa segera ditahan dan diperiksa di penjara yang terkenal kejam di Milan, San Vittore, tempat bekas teroris Brigade Merah dan tukang pukul mafia penjual obat-obatan dan mabuk-mabukan dalam suasana yang sempit dan berdesakan. Di Petro mengatakan Chiesa akan dilepas jika bersedia “bernyanyi”.

Chiesa tahu banyak hal dan ia sadar tentang konsekuensi yang tidak menyenangkan jika ia “bernyanyi” tentang apa yang ia ketahui. Akibatnya, ia bertahan di sel San Vittore selama beberapa minggu sebelum akhirnya setuju untuk bekerja sama. Dan ketika mulai bicara, tampaknya ia tidak bisa berhenti lagi.

Dengan menyebutkan banyak nama sambil mengutip beberapa angka, ia sebenarnya melukis gambaran dari intrik-intrik, jaringan organisasi korupsi kelas tinggi yang merasuk di Kota Milan pada semua tingkatan. Ia menjelaskan bagaimana perusahaan besar maupun kecil membayar uang suap untuk memperoleh kontrak-kontrak pemerintah, bagaimana Partai Sosialis dan Kristen Demokrat membagi-bagi uang suap itu dan meneruskannya ke partai-partai yang lebih kecil sebagai uang tutup mulut. Bahkan Partai Komunis juga mendapat bayaran tutup mulut.

Ia menjelaskan bagaimana patron politik bekerja, bagaimana rumah dan apartemen yang dimiliki perusahaan negara diberikan pada pendukung partai dengan tarif sewa yang sangat murah, bagaimana gaji dibayarkan untuk pekerjaan yang tidak pernah ada, bagaimana pensiun hanya diberikan pada orang-orang yang disenangi saja, bagaimana wartawan dibeli, bagaimana sekelompok besar penipu, tukang tadah, dan penggelap pajak mengambil untung dari sistem yang sudah busuk sampai ke akar-akarnya.

Dipersenjatai dengan arsip-arsip luar biasa dari Chiesa, Di Pietro mulai memanggil para tersangka untuk diperiksa. Makin banyak penahanan terjadi, makin banyak pula informan yang datang untuk menyelamatkan diri sendiri.

Sampai akhir Mei, sebanyak 26 pegawai tingkat kecamatan, politisi lokal, dan pengusaha sudah ditahan dan didakwa dengan tuduhan korupsi. Sebulan kemudian jumlah orang yang ditahan membubung tinggi sampai lebih dari 40 orang. Dan yang lebih penting, penyelidikan mulai menyebar ke Roma dan kota-kota lainnya.

Penggelapan pajak, pelanggaran hukum, dan sekadar kepatuhan mengisi formulir resmi merupakan hal yang rutin di Italia. Namun, ketika satu rahasia terbuka, diikuti rahasia lainnya, dan jumlah orang yang ditahan makin banyak, orang Italia tetap terpesona, dan kemudian sedih, melihat parahnya kanker korupsi yang merembes dalam kehidupan mereka.

Politisi, yang dahulu terbiasa disapa dengan penghormatan yang menjilat dalam setiap acara keramaian, tiba-tiba menghadapi publik yang secara konfrontatif menyoraki Ladri!, Ladri! (pencuri-pencuri) . Para pengemudi mobil ikut menunjukkan rasa muak mereka dengan cara Italia yang indah; mereka melempar uang koin dari jendela mobil jika melewati kantor partai atau kantor pemerintah.

Setelah diumumkan bahwa Gianni De Michelis, bekas menteri luar negeri yang gendut, berada dalam pemeriksaan dengan tuduhan menyelewengkan bantuan luar negeri, ia langsung dikelilingi oleh gerombolan orang yang marah di Venice. Bekas menteri yang terkenal dengan hobi mengurus rambut ke salon dan dansa di disko-disko itu dipaksa secara tidak senonoh pergi meninggalkan Venice lewat Grand Canal. Michelis memang menolak semua tuduhan.

Di sisi lain, Di Pietro sudah diangkat menjadi pahlawan nasional. Setiap hari jika tiba di Tribunale, ia selalu dikelilingi gerombolan wartawan maupun fotografer dan ditepuki oleh orang-orang. Namanya juga mulai muncul di kaos-kaos oblong dan disanjung-sanjung lewat tulisan grafiti di tembok-tembok kota.

Hanya 12 bulan setelah Chiesa ditemukan sedang berusaha melenyapkan uang sogokan di toilet, lebih dari 2.300 orang dari posisi tinggi di kalangan politisi Italia maupun dari dunia pengusaha berada dalam proses penyelidikan. Sebanyak 1.356 surat penahanan sudah dikeluarkan.

Bettino Craxi didesak untuk mundur setelah selama 16 tahun menjadi pemimpin Partai Sosialis. Dan Giulio Andreotti, bekas negarawan terkemuka Italia, yang tujuh kali menjabat perdana menteri, juga ikut diselidiki dengan tuduhan korupsi serta hubungan dengan mafia.

Diperkirakan pembayaran uang suap di Italia mencapai sekitar 65% dari defisit negara. Hampir semua pemimpin industri milik negara memberi maupun menerima pembayaran gelap untuk kontrak-kontrak. Sergia Castellari, bekas menteri yang bertanggung jawab atas perusahaan negara, ditemukan meninggal di halaman vilanya di luar pinggiran Roma bulan Februari 1993.

Ia menembak dirinya sendiri dengan pistol, dan diduga sedang mabuk dengan botol wiski yang masih tersisa setengah di sebelahnya. Cek besar dari perusahaan kontraktor ditemukan di rumahnya. Castelari adalah orang kedelapan dalam pembunuhan tangentopoli, istilah yang digunakan untuk skandal penyuapan.

Kisah tentang operasi pemberantasan korupsi di Italia ini, mengingatkan saya pada sebuah republik yang juga tengah menghadapi masalah yang sama. Di republik itu pun bahkan ada orang yang menyanyi seperti Chiesa dan menyeret teman-temannya.
disadur dari ndorokakung.com

Minggu, 15 Januari 2012

Kunci Menjadi Negara Indonesia yang Adil dan Makmur


Dari isi Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia, sangat jelas tujuan negara kita: merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Negeri ini sudah merdeka, bersatu dan berdaulat, tetapi masih jauh dari keadilan dan kemakmuran. Persoalan banyak bahkan semakin menggunung.

Dengan penduduk kira-kira 230 juta, pertumbuhan penduduk kira-kira 0.2 % per tahun, kurang lebih 300 suku, 740 bahasa daerah, daratan kira-kira 17500 pulau, sistem politik yang masih belum tertata dengan baik, ditambah dengan mudahnya sebagian besar masyarakat disulut oleh isu suku, ras dan agama (sara), kompleksitas permasalahan bangsa ini boleh disebut sempurna.


Kesempurnaan persoalan bangsa dikonfirmasi oleh persoalan-persoalan di lingkaran agama. Para pemimpin agama tidak takut dan percaya kepada Tuhan yang Maha Esa. Banyak yang memilih percaya sama dukun. Jemaah dibodohin; akal sehat disingkirkan dan solusi-solusi pragmatis dan instan dipromosikan. Taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berpikir jernih, bekerja keras dan rajin, memiliki kejujuran bukan lagi hal-hal yang menarik dan penting.


Bukan hanya pemimpin agama, tetapi para politisi dan pejabat publik pun ikut menyemarakkan persoalan bangsa ini. Etika tidak lagi dihargai; uang dan popularitas jadi sasaran utama; dengan slogan 'demi untuk rakyat' para wakil rakyat mengelabui publik. Benar-benar sulit menemukan pejabat publik yang masih memiliki hati yang lurus dan sungguh-sungguh berjuang untuk kepentingan umum.
Para sosok di dunia pendidikan pun ikut serta menggemakan kerusakan negeri ini. Sistem pendidikan dibuat dengan falsafah Pragmatisme. Sasaran pendidikan bukan lagi pembangunan karakter anak didik yang taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, tetapi berapa banyak mata pelajaran yang harus diberikan untuk meraih kompetensi. Putra-putri Indonesia yang pintar punya kesempatan kecil untuk kuliah karena mahalnya pendidikan. Potensi anak didik jadi sia-sia. Mulai dari taman-kanak-anak sampai perguruan tinggi, uang mendominasi dunia pendidikan.

Tidak heran kalau persoalan negeri ini begitu kompleks. Spritualitas tersisish, identitas kabur, hilang kepercayaan diri, pendidikan semakin semrawut, hukum hanya kokoh di atas kertas, tapi lemah pada tataran eksekusi; korupsi, kolusi, dan nepotisme hampir hadir di semua lini. Persoalan menumpuk bahkan menggunung.


Masihkah putra-putri negeri ini mengamini cita-cita pendiri negeri ini? W.R. Supratman telah memberikan kunci untuk menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, sekaligus adil dan makmur. Paling tidak setiap tahun gaung nasihat itu terdengar di seluruh pelosok negeri ini. Dalam syair lagu kebangsaan rahasia itu terungkap jelas. Putra-putri Indonesia ini harus membangun jiwa dan badannya. Pengembangan individu diutamakan dari pembangunan lainnya. Dengan kata lain, menilai tinggi kecerdasan merupakan kunci. Pendidikan yang baik dan benar- itulah langkah awal yang harus dilakukan untuk mencapai negeri nan jaya.

Kamis, 27 Oktober 2011

Belajar Bahasa Sasak

Kalo ga ada kerjan pasti kayak gini nih…….ok kita mulai aja …..

Dalam bahasa sasak terdapat sasak halus dan sasak sedang-sedang (bukan kasar ya,,,,)
dengan bahasa sasak, kita dapat berkomunikasi dengan orang-orang lombok, ketika pembaca berlibur ke wisata lombok.
dan yang aku heranin adalah bahasa sasak dipelajari oleh turis-turis yang sering ke pantai lombok yaitu, pantai senggigi, kuta,gili terawangan, gili air, gili manuk.
loh..gimana kok turis belajar bahasa sasak yah....?
penulis pernah ngomong ketika pulang ke lombok dan disaat perjalanan menuju lombok, aku pernah samperin aku langsung bilang, i living in lombok sir, gitu bhs yg aku pke, akhirnya ia melontarkan omongannya dengan kata , embe side wahlaiq....aduuuh keren bgt turis ko bisa bhas sasak nih.....gitu ceritanya...
baik anak2ku  kita mulai yah…..
kita bahas percakpan sehari-hari aja …yah....
kata- kata dibawah ini sangat sering sekali kepake oleh anak muda jaman sekarang , so klo anda mow jadi orang  keren belajar bahasa sasak dong jangan bahasa inggris melulu, bhs inggris kan udah banyk yang bisa...jadi ,bahasa inggris tuh udah umum di jaman sekarang anak SD aja bisa..
Kamu               : kamu
Aku                 : aku               
Anda                : side
Dia                   : ni
    ibu                : inak
    bibik            : saiq   
    bapak            : amaq, mamik
    paman            : tuaq
    abang            : kakak
    cantik            : inges
    jelek            : lenge
    cakep            : ganteng
    capek            : lelah
    istirahat        : mentelah
    ngantuk            : ngantok
    minum            : nginem
    makan            : mangan, bekelor
    mandi            : mandiq
    pergi            : lalo
    membaca            : bace, mace
    kerja            : begawean
    Gini            :meni
    gitu             :menu
    tunggu            : antih
    sebentar        : semendaq
    bagus            : solah
    terlanjur        : kedung
    kamu jelek        : kamu lenge
    kamu cantik        : side inges
    di                : lek
    sana                : to
    sini                : te
    ini                : ni
    itu                : nu
    disana                : lek to
    cewek muda            : dedare
    cowok muda            : bajang



Contoh keren
gini caranya                 : meni entan
gitu caranya                 : menu entan
aku mele jok side         : aku suka ama kamu


maukemana ?                : embe laiq?
udah makan ?               :uwah mangan/ wah ngelor ?
gimana kabarnya?         : berembe kabarm ?
kamu sudah kemana ?   : embe uwah laiq ?
kamu asal mana ?          : embe asal side ?
kamu asli mana ?           : asli embe side ?
belajar bareng yuk ?       : berajah bareng entEh?
berapa no hape nya        : pire nomer hapen side

Saya sudah ke kampus        : uwah tiang lalo jok kampus
Aku baik2 aja kok        : aku solah2/ sehat meni wah.
Aku tinggal di lombok   : aku mero lek lombok
Saya sudah solat          : aku uwah sembahyang
Asli orang lombok        : aku asli dengan lombok(asli kanak lombok)
Aku laper                    : tiang lapah
Aku mau makan ama kamu        : aku mele mangan kamce side
aku mau ke warnet        : aku mele jok warnet
aku mau solat            : aku mele sembahyang
aku mau pergi            : aku mele lalo
aku mau minum            : tiang mele nginem
aku mau mandi            : aku mele mandiq
makasih                : tampiasih

penjelasan:

jika kalimat (aku) tidak di ucapkan bisa di singkat menjadi,
contoh: (saya mau makan)     : meleng mangan/  meleng ngelor
    kalimat (mele) kalo di tambah dengan hurup (ng) jadi aku mau
bahasa sasak bisa di jumpai di lombok tengah, timur, barat,utara, mataram.
 Dengan diale-dialek yang ber beda, yang aku tulis diatas adalah dialek lombok tengah bagian timur.

Kamis, 24 Februari 2011

Tidak kalah dengan Obama, Andry Rajoelina Jadi Presiden Madagaskar

Pada tahun 2009 Andry Rajoelina seorang keturunan Melayu-Indonesia usia 35 tahun sukses terpilih sebagai Presiden Republik Malagasi untuk yang pertama kalinya dalam sejarah Madagaskar. Ini merupakan pertama kalinya seorang Indonesia sukses terpilih sebagai presiden di benua Afrika. Untuk menunjukkan bahwa ras Melayu-Indonesia dapat menjadi bagian yang mendasar bagi perkembangan Madagaskar, pemilihan umum ini bisa menjadi motif mendapatkan kebanggaan yang semestinya lebih mendorong bangsa menyelamatkan identitas budaya kita dibandingkan pada masa lalu.




Andry Nirina Rajoelina (lahir 1975) adalah pemimpin perlawanan terbuka terhadap presiden terguling Madagaskar, Marc Ravalomanana, dan mantan walikota Antananarivo(Desember 2007 - Februari 2009), ibukota negara itu. Sebelum memasuki kancah perpolitikan, ia dikenal sebagai disc jockey dan event organizer (EO).

Selepas sekolah menengah, Andry Rajoelina bekerja sebagai EO untuk berbagai kegiatan lapangan dan konser. Hal ini dilakukannya hingga tahun 2000. Ia juga memiliki perusahaan Injet yang menangani periklanan dan percetakan digital, sebagai yang pertama di Madagaskar. Selanjutnya, ia juga mendirikan stasiun radio dan televisi VIVA.

Akibat berbagai demonstrasi massa yang digerakkan Rajoelina dan juga dukungan militer terhadapnya, Presiden Ravalomanana menyerahkan kekuasaan ke tangan militer pada tanggal 17 Maret 2009. Pihak militer kemudian menyerahkan kekuasaan ke tangan Rajoelina. Penentangan muncul dari Uni Afrika, yang menilai penyerahan kekuasaan kepada Rajoelina adalah ilegal dan inkonstitusional.Uni Eropa juga menyatakan bahwa Rajoelina tidak sah menduduki posisi kepresidenan meskipun Mahkamah Konstitusi Madagaskar telah mengesahkan kedudukannya pada tanggal 18 Maret 2009.

Republik Madagaskar
Republik Madagaskar adalah sebuah negara pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Pulau Madagaskar adalah pulau terbesar keempat di dunia. Selain pulau utama, beberapa pulau kecil di sekitarnya juga menjadi klaim republik ini, yaitu Pulau Juan de Nova, Pulau Europa, Kepulauan Glorioso, Pulau Tromelin Island, dan Bassas da India. Walaupun secara geografis berdekatan dengan Afrika, sejarah geologi, biologi, dan demografi Madagaskar berbeda dengan wilayah daratan utama benua itu.
Republik ini dulu dinamakan Malagasi, sewaktu merdeka dari Prancis pada tahun 1960. Akibat hubungan yang memburuk dengan bekas penjajahnya, namanya kemudian diganti menjadi Madagaskar. Nama Malagasi masih dipakai untuk menyebut bahasa dan bangsanya.
Secara geologi, Madagaskar berada pada lempeng yang terpisah dari benua utama Afrika. Pertama kali terpisah dari anak benua India, pulau ini bergerak makin mendekati benua itu. Pulau ini adalah daratan tua, sama seperti Australia, sehingga tanahnya kahat bahan mineral akibat tidak adanya aktivitas vulkanik. Kebanyakan tanahnya berwarna merah, menunjukkan keadaan tanah yang telah melapuk.
Akibat isolasi ratusan juta tahun tersebut, flora dan fauna Madagaskar sangat khas dan banyak spesies endemik ditemukan di sana. Keadaan ini mirip dengan yang terjadi pada Pulau Sulawesi.
Manusia pertama yang menghuni Madagaskar berasal dari Nusantara, dan diperkirakan akibat hubungan dagang masyarakat Nusantara ke pantai timur Afrika pada awal-awal abad Masehi. Berdasarkan bukti leksikostatistika dan linguistika, bahasa Malagasi masih termasuk paling dekat dengan bahasa Maanyan, dan tergolong rumpun bahasa Austronesia. Etnis pribumi sendiri seperti Merina dan Betsileo tergolong kedalam rumpun bangsa Austronesia dengan penampilan fisik yang serupa dengan Ras Melayu. Seiring dengan peningkatan perdagangan, masyarakat dari pantai timur Afrika bermigrasi ke pulau ini. Penduduk Madagaskar sekarang adalah campuran dari kedua ras tersebut dengan berbagai derajat. Walaupun berbeda asal-usul, semua warga berbicara dengan bahasa yang sama, walaupun berbeda dialek.

Melestarikan Warisan Melayu¬Indonesia yang Ada di Madagaskar - Topix

Sabtu, 19 Februari 2011

ADAPTASI ATAS PERUBAHAN ALAM

I. Pengertian Adaptasi
Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk :
  1. Memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
  2. Mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
  3. Mempertahankan hidup dari musuh alaminya. bereproduksi.
  4. Merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Organisme yang bertahan hidup adalah mampu beradaptasi, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis. Jadi kemampuan adaptasi menentukan makluk hidup yang dapat bertahan hidup atau tidak dapat bertahan hidup di alam.
II.  Fenomena Perubahan Alam di Indonesia
Kenaikan muka air laut dapat menggenangi ratusan pulau dan menenggelamkan batas wilayah negara Indonesia. Musim tanam dan panen yang tidak menentu diselingi oleh kemarau panjang yang menyengsarakan. Banjir melanda sebagian besar jalan raya di berbagai kota besar di pesisir. Air laut menyusup ke delta sungai, menghancurkan sumber nafkah pengusaha ikan. Anak-anak menderita kurang gizi akut. Itu bukan berita perubahan iklim kita yang biasa.

 Perubahan iklim mengancam berbagai upaya Indonesia untuk memerangi kemiskinan. Dampaknya dapat memperparah berbagai risiko dan kerentanan yang dihadapi oleh rakyat miskin, serta menambah beban persoalan yang sudah di luar kemampuan mereka untuk menghadapinya. Dengan demikian, perubahan iklim menghambat upaya orang miskin untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri dan keluarga mereka. Lihat di Azhar Mind : Iklim-Benar-benar Telah Kacau 
Beberapa ancaman utama perubahan iklim terhadap rakyat miskin:
1. Sumber Nafkah.
Pengaruh perubahan iklim lebih berat menimpa masyarakat paling miskin. Banyak di antara mereka mencari nafkahnya di bidang pertanian atau perikanan. Sumber-sumber pendapatan yang didapat dengan cara itu jelas sangat dipengaruhi oleh iklim. Apakah itu di perkotaan ataukah di perdesaan mereka pun umumnya tinggal di daerah pinggiran yang rentan terhadap kemarau panjang, misalnya, terhadap banjir dan longsor.Terlalu banyak atau sedikit air merupakan ancaman utama perubahan iklim. Dan ketika bencana melanda mereka nyaris tidak memiliki apa pun untuk menghadapinya.
2. Kesehatan.
Curah hujan lebat dan banjir dapat memperburuk sistem sanitasi yang belum memadai di banyak wilayah kumuh di berbagai daerah dan kota. Akibat lanjutannya, masyarakat rawan terkena penyakit menular lewat air seperti diare dan kolera. Suhu tinggi dan kelembapan tinggi yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan kelelahan akibat kepanasan terutama di kalangan masyarakat miskin kota dan para lansia. Dan suhu yang lebih tinggi juga memungkinkan nyamuk menyebar ke wilayah-wilayah baru, menimbulkan ancaman malaria dan demam berdarah.
3. Ketahanan Pangan.
Wilayah-wilayah termiskin juga cenderung mengalami rawan pangan. Beberapa wilayah sudah amat rentan terhadap berubah-ubahnya iklim. Kemarau panjang diikuti oleh gagal panen di Nusa Tenggara Timur, misalnya, sudah menimbulkan akibat yang parah dan kasus kurang gizi akut tersebar di berbagai daerah di seluruh provinsi ini.
4. Kesediaan Air.
Pola curah hujan yang berubah-ubah juga mengurangi ketersediaan air untuk irigasi dan sumber air bersih. Di wilayah pesisir, kesulitan air tanah disertai kenaikan muka air laut juga akan memungkinkan air laut menyusup ke sumber-sumber air bersih.
 III. Adaptasi Masyarakat
Sejauh ini, perhatian terhadap perubahan iklim terutama difokuskan pada mitigasi dan utamanya pada upaya-upaya untuk menurunkan karbon dioksida. Semua tindakan ini penting, tetapi bagi masyarakat termiskin, yang hanya punya andil kecil terhadap emisi gas tersebut, prioritas yang paling mendesak adalah menemukan berbagai cara untuk mengatasi kondisi lingkungan hidup yang baru ini, yakni beradaptasi.
Meski mereka tidak menyebutnya dengan istilah adaptasi, banyak yang telah berpengalaman dalam adaptasi ini. Orang-orang yang tinggal di daerah yang rawan banjir, misalnya, sejak dulu sudah membangun rumah panggung. Para petani di wilayah yang sering mengalami kemarau panjang sudah belajar untuk melakukan diversifikasi pada sumber pendapatan mereka. Misalnya dengan menanam tanaman pangan yang lebih tahan kekeringan dan dengan mengoptimalkan penggunaan air yang sulit didapat atau bahkan berimigrasi sementara untuk mencari kerja di tempat lain.
Yang masih perlu dilakukan sekarang ini adalah mengevaluasi dan membangun di atas kearifan tradisional yang sudah ada itu untuk membantu rakyat melindungi dan mengurangi kerentanan sumber-sumber nafkah mereka.
 IV. Skala Prioritas
Dilihat dari urgensi dan tahapan yang terkait dengan adaptasi, ada beberapa prioritas yang perlu mendapat perhatian :
1. Pertanian.
Para petani, antara lain, sudah perlu mempertimbangkan berbagai varietas tanaman, disertai dengan pengelolaan dan cara penyimpanan air yang lebih baik. Langkah itu sebaiknya ditunjang oleh perkiraan cuaca yang lebih akurat dan dan relevan yang dapat membantu mereka menentukan awal musim tanam dan panen.
2. Wilayah Pesisir.
Penduduk yang menghadapi masalah kenaikan muka air laut dapat melakukan tiga strategi umum, yakni membuat perlindungan dengan menanam tanaman penghadang seperti pohon mangrove; mundur, dengan bermukim menjauh dari pantai, atau melakukan penyesuaian yaitu dengan beralih ke sumber-sumber nafkah yang lain.
3.  Penyediaan Air.
Kita akan perlu menerapkan pengelolaan sumber air yang lebih terpadu dengan melestarikan ekosistem disertai perbaikan waduk-waduk dan infrastruktur lainnya.
4.  Bidang Kesehatan.
Dengan lingkungan hidup yang lebih sulit nanti, kita perlu memperkuat layanan dasar kesehatan masyarakat. Dan, karena iklim yang lebih panas akan memungkinkan penyebaran nyamuk-nyamuk ke wilayah-wilayah baru, diperlukan suatu sistem pengawasan kesehatan yang lebih andal untuk memonitor penyebaran penyakit seperti malaria dan deman berdarah dengue.
5. Wilayah perkotaan.
Di seluruh wilayah negeri ini, khususnya di wilayah pesisir dan kota yang rawan dilanda banjir, kita membutuhkan berbagai strategi yang lebih andal untuk mengurangi risiko perubahan iklim.
6. Pengelolaan Bencana.
Di negeri yang memang rawan bencana ini, perubahan iklim makin mendesakkan pentingnya pengelolaan yang cermat terhadap bencana. Alih-alih hanya merespons setelah bencana terjadi, yang mesti dicapai adalah mengurangi risiko dan membuat persiapan untuk menghadapi bencana sebelum bencana itu terjadi.
 V. Program Nasional
Adaptasi dengan cakupan dan skala yang seluas ini sudah jelas di luar jangkauan apa yang selama ini kita anggap sebagai masalah-masalah lingkungan. Seluruh departemen dalam pemerintahan dan perencanaan nasional perlu mempertimbangkan perubahan iklim di dalam semua program mereka berkenaan dengan persoalan-persoalan besar seperti ketahanan pangan, pemeliharaan jalan raya, pengendalian penyakit, dan perencanaan tata kota.

Namun, ini bukanlah tugas pemerintah pusat belaka, melainkan harus menjadi upaya nasional yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga-lembaga non-pemerintah, serta pihak swasta.
Indonesia juga harus mampu mengandalkan bantuan internasional. Bukan saja untuk mitigasi, melainkan juga pada berbagai tindakan yang akan dibutuhkan untuk membantu masyarakat termiskin menghadapi akibat dari berbagai kondisi cuaca yang makin tidak menentu dan makin ekstrem. Pemanasan global merupakan tanggung jawab global.
Namun, bagaimanapun, satu-satunya cara bagi kita semua untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim adalah dengan beralih ke bentuk-bentuk pembangunan yang lebih berkelanjutan, belajar untuk hidup dengan cara-cara yang menghargai dan serasi dengan lingkungan hidup kita.
Mulai dari desa yang paling terpencil hingga ke perkotaan yang paling modern kita semua merupakan satu kesatuan sistem alam yang kompleks dan rentan terhadap berbagai kekuatan alam. Begitu iklim berubah, kita mesti berubah pula dengan cepat.
 VI.  Komitmen
Satu hal yang utama dan yang pertama harus kita dahulukan adalah bahwa kita selalu mengharap ridlo dari Sang Maha Pencipta. Kita sebagai sebagai bangsa yang meyakini bahwa alam semesta ini tidak berdiri sendiri akan tetapi ada yang menciptakan dan memelihara yaitu Tuhan Yang Maha Pencipta. Tuhan menjanjikan akan melimpahkan kesejahteraan dari berbagai potensi alam apabila segenap penduduk negeri ini beriman  dan bertaqwa. Sehebat apapun teori kita dalam merekayasa alam apabila tidak mendapat ridloNya, maka akan sia-sia yang berujung penyesalan.
Implementasi nilai-nilai iman  dan takwa meliputi tiga dimensi :

  • Ketuhanan
Sebuah sikap hubungan yang memposisikan sebagai pribadi dan masyarakat notabene bagian dari ciptaan tuhan yang sangat bergantung ridlo dan bimbinganNya dalam pengelolaan lingkungan alam.
  • Lingkungan dan Sosial
Tata kelola alam yang berazas pada keseimbangan ekosistem, pengembangan akses untuk peningkatan kesejahteraan  dan kepatuhan tiap elemen bangsa atas kebijakan adaptasi perubahan alam.
  • Personal
Tiap warga negara merupakan bagian terkecil dari unsur masyarakat mengenal visi gejala perubahan serta komitmen adaptasi yang perlu dilakukan.   
 Azhar Muhammad  (Aktifis Pemberdayaan Masyarakat)

Kamis, 06 Januari 2011

Kuncinya Pada Nilai Tambah

Salah satu kunci untuk menjadi pemenang dalam era globalisasi adalah sejauh mana bisa memberikan nilai tambah dari setiap proses produksi yang ada. Nilai tambah hanya bisa dilakukan oleh mereka yang kreatif dan inovatif. Untuk itulah setiap negara berkonsentrasi mengembangkan sumber daya manusia agar menjadi manusia yang berkualitas.

Pesan yang disampaikan Guru Besar Universitas Beijing Prof Lin Wei Xien kemarin di Jakarta pantas untuk menjadi perhatian kita bersama. Negara harus memberi kesempatan yang sama kepada warganya untuk berkembang dan selanjutnya memperbaiki kehidupan mereka.

Prof Lin memberi contoh bagaimana China sekarang ini mencoba mendorong kesejahteraan warganya yang tinggal di bagian Barat. Pemerintah Beijing sangat sadar kesenjangan antara warga yang tinggal di Timur dan Barat sudah begitu tinggi. Semua pembangunan yang diraih akan menjadi tidak ada artinya apabila masih ada yang miskin, karena pasti akan menimbulkan kecemburuan sosial.

Inilah yang sepantasnya menjadi perhatian kita bersama. Bagaimana potensi ekonomi yang luar biasa dari negeri ini tidak bisa diolah secara optimal karena kita tidak mampu memberi nilai tambah. Akibat kegagalan itu, banyak warga yang hidupnya tertinggal.

Langkah bagi perlu segera didorongnya reindustrialisasi menjadi sangat penting, karena dengan itulah kita dapat memperoleh nilai tambah. Semua komoditas yang dihasilkan bisa dibuat berlipat-lipat kali nilainya, ketika mampu kita berikan nilai tambah.

Contoh paling sederhana adalah dari produk kelapa sawit yang kita hasilkan. Paling jauh kita bisa menjual dalam bentuk CPO atau minyak goreng. Oleh negara lain, barang itu bisa diolah menjadi kosmetik dan itu nilainya jauh lebih mahal. Ironisnya, kosmetik itu masuk ke pasar Indonesia dan dibeli oleh masyarakat Indonesia.

Begitu banyak sumber daya alam yang kita hasilkan dan kita cukup puas dengan mengekspor dalam bentuk bahan mentah. Ketika kemudian komoditas itu diolah oleh bangsa lain, nilainya bisa beribu kali lipat dan hasilnya dinikmati oleh bangsa lain.

Menurut Prof Lin, kuncinya sekali lagi terletak pada pendidikan. Ia menunjuk bangsa India yang begitu tepat untuk berkonsentrasi pada perbaikan kualitas manusia, khususnya dalam penguasaan teknologi. Bahkan bangsa China membutuhkan dukungan ahli-ahli dari India ketika perlu mengembangkan  teknologi.

Apalagi ke depan, kawasan Asia akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia. ASEAN + 10 (China, Jepang, Korea, India, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, Kanada) akan menjadi kekuatan dunia. Namun pilarnya akan berada di ASEAN + China, Jepang, Korea, dan India.

Indonesia yang berada di dalam pusat pertumbuhan ekonomi yang paling pesat di dunia tentunya tidak boleh ketinggalan. Prof Lin mengingatkan, dengan jumlah penduduk 230 juta jiwa dan pendapatan per kapita 3.000 dollar AS, perekonomian Indonesia tidak bisa dianggap kecil.

Kreativitas dan inovasi menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan. Segala sesuatu bisa menjadi lebih optimal apabila kita mampu mengembangkannya dengan kreativitas dan inovasi.

Salah satu yang bisa dijadikan contoh bagi pentingnya kreativitas dan inovasi dalam penyediaan sumber energi. Dengan semakin terbatasnya energi yang terbarukan, maka setiap negara memikirkan cara untuk menemukan sumber energi pengganti yang bisa terus menerus ada dan tidak  mengganggu iklim.

China misalnya mulai mengembangkan pembangkit listrik bertenaga surya secara besar-besaran. Untuk itu energi tenaga surya tersebut dikembangkan di dalam kompleks perumahan, sehingga bukan hanya menjadi lebih efisien, tetapi bisa menambah nilai estetika.

Melihat pusat kekuatan ekonomi yang ada di kawasan ASEAN serta Asia Timur, China sudah memikirkan untuk membangun jaringan kereta api yang menghubungkan China hingga Singapura sepanjang 6.800 km. Dengan menghubungkan 28 kota besar di kawasan itu, maka kesatuan ekonomi akan semakin terbangun.

Semua itu hanya bisa terealisasi apabila ada kemampuan untuk melihat jauh ke depan dan memanfaatkan semua peluang yang ada. Sebab pada akhirnya kesempatan untuk maju itu sebenarnya ada di depan mata, hanya persoalannya kita mampu atau tidak melihat dan memanfaatkan kesempatan itu.

Inilah tantangan yang kita hadapi sebagai sebuah bangsa. Mampukah kita menjadi pemenang dari globalisasi ini ataukah kita hanya menjadi penonton di pusat pertumbuhan ekonomi dunia ini? Jawabannya ada pada kita semua.

Jumat, 17 September 2010

FENOMENA ARUS MUDIK BUKTI PEMBANGUNAN TIDAK MERATA

Tinjauan Sosio Ekonomi Fenomena Mudik
Azhar Muhammad
 
Hari raya idul fitri moment terbaik untuk kembali menyambung kekerabatan yang terabaikan oleh kesibukan aktifitas harian serta karena tuntutan pekerjaan sehingga seseorang harus berpisah sekian lama dengan keluarga. Persoalannya mengapa arus mudik hanya satu pola yaitu dari daerah tertentu ke beberapa daerah, serta ada kecenderungan tiap tahun terjadi peningkatan jumlah angka pemudik yang berasal dari wilayah tertentu? Berbagai permasalahan yang timbul mengikuti antara lain seputar kepadatan ibukota yang seolah tak terbendung.