Rabu, 25 Agustus 2010

IMPOR PANGAN TIAP TAHUN MENINGKAT

Impor pangan yang terus meningkat setiap tahunnya perlu diwaspadai karena jumlah pengeluaran devisa untuk pangan dapat meningkat tinggi. Mengingat menurut Food and Agriculture Organization (FAO), secara rata-rata harga pangan di pasar telah melonjak 83 persen dalam kurun tiga tahun terakhir dan akan terus meningkat. Hal tersebut disampaikan anggota komisi IV DPR Siswono Yudho Husodo dalam seminar "Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Kemandirian Bangsa", di Jakarta Media Center, Selasa (27/4/2010).

"Saat ini, Indonesia masih berstatus sebagai pengimpor pangan yang cukup besar. Sekitar Rp50 triliun harus dikeluarkan untuk mengimpor pangan setiap tahun. Setiap ada kekurangan solusinya cenderung pada impor. Mestinya kita bekerja keras untuk meningkatkan produksi," tukas Siswono.
Menurutnya, impor pangan yang terus meningkat juga memperlemah ketahanan ekonomi negeri ini karena devisa yang susah payah diperoleh bukannya digunakan untuk menambah infrastruktur ekonomi dan kualitas SDM tetapi malah dibelanjakan untuk hal-hal konsumtif yang sebenarnya dapat kita produksi sendiri.
"Setiap tahun kita mengimpor sekira 650 ribu ekor sapi yang merupakan 29,09 persen dari konsumsi daging sapi nasional." ujarnya.

Untuk komoditas daging sapi, Indonesia adalah importir peringkat 33 dunia dengan rata-rata impor dalam lima tahun terakhir berkisar 13,60 ribu ton. Selain itu, 70 persen dari kebutuhan susu juga masih diimpor. (Wilda Asmarini – Okezone)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar